DEPOK, SABTU – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Al-Mehdawi mengatakan Palestina tidak berharap banyak pada Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih yang akan dilantik 20 Januari 2009, Barack Obama, dalam menghentikan agresi militer Israel dan penyelesaian masalah Timur Tengah secara keseluruhan.
“Meskipun dalam kampanyenya ia berjanji akan menyelesaikan masalah Palestina. Tapi kami tidak berharap banyak,” kata Fariz, usai menjadi pembicara dalam Simposium Internasional III dari Jakarta Hingga Jalur Gaza di Kampus UI, Depok, Sabtu (10/1).
Fariz mengatakan Obama berjanji dalam kampanyenya akan mengubah kondisi Timteng dengan mendengarkan aspirasi negara-negara di Timteng. “Penyelesaian masalah Timur Tengah kuncinya adalah penyelesaian masalah Palestina dan Afganistan,” katanya.
Fariz juga menyesalkan sikap Israel yang tetap melakukan aksi militernya walaupun DK PBB telah mengeluarkan resolusinya. Dalam resolusi 1860 yang dikeluarkan DK PBB disetujui oleh 14 suara dan satu suara abstain dari Amerika Serikat.
Fariz mengatakan resolusi DK PBB sangat bagus tapi dalam implentasinya tidak berjalan di lapangan. Bahkan, Israel menolak resolusi tersebut, dan tetap melakukan agresi militernya. “Ini merupakan yang ketujuh kalinya resolusi yang dilanggar Israel,” ujarnya.
Menghentikan agresi militer Israel, lanjut Fariz, sangat penting dilakukan, karena saat ini telah banyak korban jiwa yang akibat agresi militer Israel tersebut. “Hingga saat ini sebanyak 812 warga Palestina gugur akibat serangan Israel. Kita tidak senang dengan situasi tersebut,” jelasnya.
Untuk, sambung Fariz, tidak memerlukan relawan jihad untuk ke Palestina. “Yang kami butuhkan perdamaian bukan pertumpahan darah,” ujarnya.
“Yang penting adalah menghentikan agresi militer Israel dan menghentikan pembantaian,” tambahnya.
Fariz juga mengharapkan peran Indonesia yang lebih jauh untuk membantu menghentikan agresi militer Israel tersebut dan mewujudkan perdamaian. “Indonesia bisa membangun perdamaian. Itulah yang kami banggakan pada Indonesia,” katanya.
IMA
Sumber : Antara
~~~
Empat Mata Dihentikan Siarannya Gara-gara Kodok
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat memutuskan untuk menghentikan program acara *Empat Mata *yang ditayangkan Trans7. Penghentian tersebut karena acara itu dinilai tidak pantas dan melanggar standar program siaran.
“Sejak hari ini, Selasa, KPI memberikan sanksi administratif berupa penghentian selama satu bulan. Jika ingin disiarkan kembali, masa satu bulan tersebut untuk evaluasi dan konsolidasi,” kata Ketua KPI Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja, dalam jumpa pers di Kantor KPI, Jakarta, Selasa (4/11).
Sasa menuturkan, sebelumnya KPI telah memberikan teguran sebanyak tiga kali. Teguran tersebut ditayangkan pada 5 Mei 2007, 27 September 2007, dan 25 Agustus 2008. Namun, pada tayangan 29 Oktober 2008 dalam episode Sumanto, mantan pemakan mayat, kembali ditemukan pelanggaran. “Dalam salah satu adegan ada bintang tamu yang memakan hewan kodok hidup-hidup sehingga dinilai telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran,” ujar Sasa.
Menurut Sasa, penghentian acara yang dipandu oleh Tukul Arwana itu juga berdasarkan keluhan yang sangat gencar dari masyarakat. Untuk itu, tuturnya, KPI menindaklanjuti aduan tersebut dengan berdasarkan pelanggaran isi siaran.
Selanjutnya, apabila Trans7 tidak memenuhi keputusan ini, KPI akan memberikan sanksi lebih lanjut sesuai ketentuan Undang-Undang Penyiaran. “Jika tetap dilanggar, KPI akan memberikan denda dan jika tetap dilanggar lagi akan diberikan pencabutan izin siaran,” tuturnya.@Kompas.